Langsung ke konten

Subtitle SRT

Buat subtitle SRT untuk video YouTube Anda

Cara tercepatnya: unggah berkas video di kotak di atas, tunggu teks bertanda waktu muncul, perbaiki baris yang salah, lalu unduh sebagai SRT dan pasang di YouTube Studio. Tidak ada watermark karena hasilnya berkas teks, bukan video baru. Percobaan pertama bisa tanpa daftar, untuk satu video sampai 15 menit.

Kotak unggah ini sudah diatur ke bahasa Indonesia, jadi pengenalan ucapan tidak perlu menebak bahasa. Untuk bahasa lain atau rekaman campuran, pakai halaman berbahasa Inggris yang mendeteksi bahasa secara otomatis.

Tanpa akun: satu berkas per kali coba, maksimal 15 menit dan 25 MB.

Ingin menyimpan transkrip Anda? Buat akun gratis

SRT itu apa, dan kapan memilih VTT

SRT adalah berkas teks biasa yang isinya nomor urut, waktu mulai dan selesai, lalu kalimat subtitle. Hampir semua editor video dan pemutar bisa membacanya, termasuk YouTube. VTT mirip, tetapi lebih sering dipakai pemutar video di situs web. Dari satu transkrip Anda bisa mengunduh keduanya. Kalau perlu mengubah satu format ke format lain langsung di browser, ada alat SRT to VTT (EN) dan VTT to SRT (EN).

Langkah demi langkah

  1. Unggah video (atau audionya saja) di kotak di atas. Halaman ini sudah mengatur bahasa pengenalan ke bahasa Indonesia.
  2. Baca barisnya sambil memutar video, lalu perbaiki nama, angka, dan istilah. Menyunting baris demi baris tersedia di akun gratis; tanpa akun, unduh SRT-nya dan buka di aplikasi teks biasa seperti Notepad.
  3. Pilih format SRT di menu unduh.
  4. Pasang berkasnya di video, seperti dijelaskan di bawah.

Memasang SRT di YouTube Studio

  1. Buka YouTube Studio, masuk ke Konten, lalu pilih videonya.
  2. Di menu kiri, buka Subtitel.
  3. Kalau bahasa video belum dipilih, pilih bahasa Indonesia, lalu tambahkan subtitel baru.
  4. Pilih opsi mengunggah berkas yang memakai penanda waktu, lalu pilih SRT yang tadi diunduh.
  5. Cek hasilnya di pratinjau, lalu simpan atau terbitkan.

Nama tombol di YouTube Studio kadang berubah, tetapi urutannya tetap: video, subtitel, tambah bahasa, unggah berkas. Subtitel yang Anda unggah menggantikan subtitel otomatis YouTube, jadi inilah versi yang dibaca penonton. Untuk VLC, Premiere Pro, atau DaVinci Resolve, cari menu untuk menambah atau mengimpor subtitle; panduan menambahkan subtitle ke video (EN) menjelaskan caranya.

Subtitle bahasa Indonesia: hal yang perlu Anda putuskan

  • Baku atau santai. Kalau pembicara bilang gak, udah, banget, mesin bisa menuliskannya apa adanya atau menormalkannya. Putuskan dulu gaya subtitle Anda (misalnya "tidak", "sudah", "sekali" untuk konten edukasi, atau bahasa gaul untuk konten hiburan), lalu samakan di seluruh berkas.
  • Panjang baris. Kata bahasa Indonesia cukup panjang karena imbuhan. Patokan umum adalah dua baris pendek, kira-kira 40 karakter per baris. Kalimat panjang sebaiknya dipecah.
  • Istilah Inggris. Kalimat seperti "meeting-nya di-reschedule" sering muncul dengan ejaan campur aduk. Pilih satu gaya: miring, tanda kutip, atau biasa saja.
  • Awalan "di-". Periksa "di rumah" (kata depan, dipisah) dan "dibuat" (awalan, disambung); ejaan otomatis bisa keliru.
  • Waktu tayang. Baris mengikuti frasa ucapan, bukan frame demi frame. Kalau ada baris yang muncul terlalu cepat atau lambat, geser di editor.
  • Encoding. SRT dan VTT disimpan sebagai UTF-8. Kalau pemutar menampilkan karakter aneh, buka berkas sebagai UTF-8.

Gratis tanpa daftar

Tanpa akun, Anda bisa mencoba satu berkas per kali coba, maksimal 15 menit dan 25 MB, hingga 3 kali sehari. Berkas percobaan dihapus setelah 24 jam, dan pratinjau tanpa akun memakai model "small". Dengan akun gratis, transkrip tersimpan di pustaka, bisa disunting baris demi baris, pembicaranya bisa diberi nama, dan semua transkrip bisa dicari. Paket dan batas lengkap ada di halaman harga (bahasa Inggris).

Batasan yang perlu diketahui

Hasilnya adalah draf, bukan naskah final. Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang didukung, tetapi mesin lebih sering meleset pada nama orang, tempat, dan gelar, angka dan tanggal, istilah Inggris di tengah kalimat, ucapan santai (gak, nggak, banget, sih, dong) dan kata dari bahasa daerah: Jawa dan Sunda tidak didukung sebagai bahasa terpisah. Suara yang saling menimpa dan latar yang bising juga menurunkan kualitas. Kami tidak menyebut persentase akurasi; dengarkan rekamannya sambil membaca dan koreksi bagian yang penting.

Satu hal lagi soal bahasa: subtitle tetap berbahasa Indonesia kalau videonya berbahasa Indonesia. Tidak ada terjemahan subtitle ke bahasa lain. Layanan ini juga tidak menerima tautan YouTube; yang diproses adalah berkas video. Kalau video bukan milik Anda, perhatikan hak cipta dan aturan platform.

Berkas diunggah ke server kami lewat HTTPS, dan pengenalan ucapan berjalan di sana. Apa yang disimpan dan berapa lama dijelaskan di halaman privasi (bahasa Inggris). Untuk rekaman rahasia, lihat transkripsi di server sendiri (bahasa Inggris).

Coba sekarang

Letakkan berkas Anda di kotak unggah di atas. Tidak perlu akun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membuat subtitle YouTube secara gratis?
Unggah videonya di kotak di atas, periksa teksnya, unduh sebagai SRT, lalu unggah di YouTube Studio pada menu Subtitel. Tanpa akun, Anda bisa mencoba satu berkas sampai 15 menit dan 25 MB, hingga 3 kali sehari.
Apakah hasilnya ada watermark?
Tidak. Hasilnya berkas teks (SRT atau VTT), bukan video. Watermark biasanya muncul di aplikasi yang menghasilkan video jadi.
Bisakah saya menempelkan tautan YouTube?
Tidak, tidak ada kolom tautan. Unggah berkas videonya. Untuk video Anda sendiri, berkas aslinya bisa diunduh dari YouTube Studio atau diambil dari komputer Anda.
Apa bedanya SRT dan VTT?
Keduanya menyimpan teks dengan waktu. SRT lebih sederhana dan lebih luas didukung editor video dan YouTube; VTT lebih sering dipakai pemutar web. Keduanya bisa diunduh.
Subtitelnya bahasa Indonesia atau bisa bahasa lain?
Sama dengan bahasa ucapan di video. Tidak ada terjemahan subtitle. Di akun yang sudah masuk, ucapan hanya bisa diubah menjadi teks bahasa Inggris.

Halaman terkait